Garut — Rangkaian kegiatan Sapari Aksi Pendidikan dan Dakwah (SAPDA) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI) IAI Persis Garut resmi ditutup. Kegiatan tersebut ditutup melalui kegiatan Tablig Akbar yang dilaksanakan di lingkungan Pesantren Persatuan Islam (PPI) 183 Al-Manar. Kegiatan di hari Ahad 16 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum penutup setelah para mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan pendidikan dan dakwah selama kurang lebih 10 hari di tengah masyarakat.
Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Fadlan, salah seorang peserta SAPDA. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan indah sehingga menambah kekhidmatan dan keberkahan acara. Selanjutnya, Ketua Pelaksana SAPDA menyampaikan sambutan sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan. “Kami sampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, terutama peserta dan pesantren, yang terlibat dalam menyukseskan program SAPDA. Atas kontribusi bagi berbagai pihak ini maka kegiatan SAPDA telah dilaksanakan selama 10 hari dengan lancar,” ujar Muhamad Rafi Rafsanjani.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua HMPS PAI IAI Persis Garut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan SAPDA masih terdapat berbagai kekurangan. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat, PC Persis Bayongbong, serta Mudirul ‘Am Pesantren Persis 183 Al-Manar yang telah menerima dan memberikan dukungan kepada para mahasiswa selama menjalankan kegiatan SAPDA.
Sementara itu, Pimpinan Pesantren PPI 183 Al-Manar dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas terlaksananya kegiatan SAPDA di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar. Beliau juga mohon maaf atas berbagai kekurangan dalam mendukung kelancaran program SAPDA. Tidak lupa, Ustadz Yusup Tajri mengajak ikhwatu iman untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Madrasah Diniyah Al-Manar, baik melalui kontribusi tenaga maupun materi. Ajakan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong dalam mendukung kemajuan pendidikan Islam di lingkungan Al-Manar.
Sambutan terakhir disampaikan oleh PC Persis Bayongbong. Dalam kesempatan tersebut disampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan SAPDA Mahasiswa IAI Persis Garut. Beliau menegaskan bahwa terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari rahmat dan pertolongan Allah SWT. “Semua ini ada dalam rahmat Allah. Aamiin,” ungka ustadz Amung Efendi Hidayat.
Sebagai rangkaian terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan Tablig Akbar yang diisi oleh Ustadz H. Ena Sumpena, M.Pd.I. Dalam penyampaian materinya, beliau mengangkat tema tentang keteladanan para tokoh Persatuan Islam dalam menjaga persatuan bangsa. Dalam tausiyahnya, Ustadz H. Ena Sumpena mencontohkan perjuangan sejumlah tokoh Persatuan Islam, di antaranya Ahmad Hassan dan Muhammad Natsir. Kedua tokoh tersebut menjadi contoh bagaimana kader dan tokoh Persis berkontribusi dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam, baik melalui organisasi Persatuan Islam maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Materi tersebut sekaligus menjadi refleksi bagi para peserta SAPDA dan masyarakat bahwa semangat dakwah tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam menjaga persatuan, membangun pendidikan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Dengan berakhirnya Tablig Akbar tersebut, maka berakhir pula rangkaian kegiatan SAPDA Mahasiswa Program Studi PAI IAI Persis Garut di lingkungan PPI 183 Al-Manar. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman bagi para mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga meninggalkan manfaat dan kesan positif bagi masyarakat. Kegiatan SAPDA menjadi bukti bahwa pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan beriringan dalam upaya mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap umat dan bangsa. (Fjl)
