Kegiatan Awarding Pemuda Al-Qur’an dalam rangkaian Muktamar XIV Pemuda Persis memberikan pengalaman yang mendalam bagi para pesertanya. Salah satu peserta nominasi, Firdaus Nuryadin, S.Ag, anggota Pemuda Persis dari PC Bayongbong dan salah satu Ustadz di Pesantren Almanar, membagikan kisah dan pelajaran berharga yang ia rasakan selama mengikuti kegiatan tersebut.
Firdaus mengaku merasa sangat terkejut saat pertama kali dinyatakan lolos dan masuk nominasi. “Jujur, perasaan saya saat itu benar-benar kaget, karena sebelumnya saya tidak menyangka sama sekali bisa sampai di tahap ini. Saya merasa masih banyak kekurangan dan belum terlalu percaya diri. Tapi di balik rasa kaget itu, saya juga sangat bersyukur. Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan ini kepada saya,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa momen tersebut menjadi pengingat bahwa usaha yang disertai doa dapat membuahkan hasil di luar dugaan.
Pengalaman paling berkesan baginya terjadi saat mengikuti tes hafalan 30 juz. Ia menyebutkan bahwa itu merupakan pengalaman pertamanya menghadapi ujian dengan skala seperti itu. “Perasaan saya campur aduk, antara gugup, tegang, dan takut tidak bisa memberikan yang terbaik. Dari awal sampai selesai rasanya dag-dig-dug,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menggunakan sistem ujian individu secara daring, sehingga tidak banyak interaksi antar peserta. “Dalam satu waktu, hanya satu peserta yang berada di ruang Zoom untuk mengikuti tes, kemudian setelah selesai digantikan oleh peserta berikutnya,” jelas Firdaus.
Meski demikian, ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga, terutama dalam hal menjaga fokus. “Karena sistem ujiannya dilakukan secara acak, saya dituntut untuk benar-benar siap di setiap bagian, tidak hanya mengandalkan hafalan di urutan tertentu,” ujarnya.
Menurut Firdaus, kelebihan dari kegiatan Awarding Pemuda Al-Qur’an ini tidak hanya terletak pada aspek penilaian kemampuan hafalan, tetapi juga pada pembentukan mental dan kepercayaan diri. “Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana motivasi untuk terus memperbaiki diri dalam menjaga hafalan Al-Qur’an,” pungkasnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup sehari-hari. (Fjl)






