Bayongbong, 12 Juli 2026 – Pesantren Persatuan Islam (PPI) 183 Al-Manar menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Guru. Bertempat di aula Pesantren kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari RA, Madrasah Diniyah, hingga SMP. Pembekalan ini diselenggarakan sebagai bekal menghadapi tahun ajaran baru.
Acara dipandu oleh Ustadz Abdurrahman Darmawan, S.Ag. sebagai pembawa acara dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Syahrul Akbar, S.Pd. Suasana yang khidmat menjadi pembuka rangkaian pembekalan yang sarat dengan motivasi dan penguatan nilai-nilai perjuangan.
Dalam sambutannya, Ketua PC Persis Bayongbong, Ustadz Amung Efendi Hidayat, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pembekalan guru tersebut. Beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Daurah yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. “Harapannya, pembinaan ini mampu meningkatkan serta meng-upgrade kompetensi para guru di lingkungan Pesantren Persatuan Islam 183 Al-Manar agar semakin siap menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang,” jelasnya.
Materi pertama disampaikan oleh Ustadz Dr. Yusup Tajri, M.Pd. Beliau mengulas tentang posisi strategis guru di lingkungan pesantren sebagai penerus perjuangan para pendahulu. Dalam penyampaiannya, beliau memaparkan perkembangan pendidikan di setiap jenjang, mulai dari RA, Madrasah Diniyah, hingga SMP Plus Persis Al-Manar. Beliau juga mengingatkan bahwa Pesantren Persis 183 Al-Manar merupakan hasil perjuangan para pendahulu yang telah berkorban dengan tenaga, pikiran, bahkan harta demi berdirinya lembaga pendidikan ini. Warisan perjuangan tersebut harus dijaga, dipelihara, dan diteruskan oleh generasi yang saat ini mengemban amanah sebagai pendidik.
Menurut beliau, tantangan pendidikan saat ini jauh lebih besar karena perkembangan teknologi yang begitu pesat. Oleh sebab itu, guru dituntut mampu menyesuaikan diri tanpa kehilangan jati diri sebagai pendidik Islam. Beliau turut menyampaikan berbagai keutamaan mengabdi di Al-Manar, di antaranya memperoleh ilmu yang bermanfaat, meraih pahala sedekah jariyah melalui pendidikan, serta menjadi bagian dalam mencetak generasi anak-anak saleh. Selain itu, beliau menjelaskan bahwa kemajuan pesantren didukung oleh berbagai unsur, yaitu tasykil pesantren, para asatidz dan asatidzah, tasykil jam’iyyah, orang tua santri, masyarakat sekitar, pemerintah, serta para donatur.
Dalam arahannya, beliau menegaskan beberapa pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian seluruh guru, yaitu: Menegakkan adab dalam setiap proses pendidikan, mendidik peserta didik dengan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan secara seimbang, menyelamatkan diri dan keluarga dari syubhat, syahwat, serta fitnah zaman, menciptakan kegiatan belajar mengajar yang disenangi oleh peserta didik., serta menyiapkan generasi yang lebih baik, mulia, dan berdaya saing.
Beliau juga memberikan motivasi melalui beberapa nilai perjuangan yang harus diamalkan oleh seluruh guru, di antaranya menyadari bahwa Al-Manar merupakan warisan perjuangan Persis Cioyod, memiliki keinginan yang kuat dalam mencapai program-program pesantren, menjadi teladan dalam kebaikan, berlomba dalam amal saleh, serta meyakini bahwa Allah SWT tidak akan pernah keliru dalam menilai, mencatat, dan membalas setiap amal kebaikan hamba-Nya.
Materi kedua disampaikan oleh Ustadz Taufik Apandi, M.Ag. dengan tema “Mengenal Kurikulum Khas Persis.” Beliau menjelaskan bahwa tujuan utama Standar Kompetensi Lulusan (SKL) di lingkungan Persis adalah membentuk lulusan yang tafaqquh fiddin, dengan karakter utama sebagai pribadi yang beradab, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta menjadi kader dakwah yang siap mengabdi kepada umat.
Beliau juga memaparkan tingkatan guru masa kini, yaitu Medium Teacher, Good Teacher, Excellent Teacher, hingga Great Teacher, sebagai tahapan yang harus terus diupayakan oleh setiap pendidik melalui peningkatan kualitas diri. Di akhir penyampaiannya, beliau menekankan bahwa pembelajaran yang diterapkan guru hendaknya mampu mentransformasikan peserta didik ke arah yang lebih baik melalui pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga membentuk amal, menanamkan nilai-nilai kehidupan, serta membangun karakter yang kuat.
Kegiatan pembekalan berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan semangat sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Pesantren Persatuan Islam 183 Al-Manar. Diharapkan melalui pembekalan ini, seluruh guru semakin siap menjalankan amanah pendidikan, menjaga nilai-nilai perjuangan Persis, serta mencetak generasi muslim yang berilmu, beradab, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman. (Fjl)
