Bayongbong Garut — Keluarga Besar Persatuan Islam (Persis) Bayongbong menggelar kegiatan Sarasehan Pendidikan. Kegiatan yang bertempat di Aula Pesantren Persatuan Islam (PPI) 183 Al-Manar Cioyod Mekarjaya ini berlangsung pada Senin (25/05/2026). Saresehan ini menjadi momentum penguatan semangat dakwah dan pengembangan pendidikan di lingkungan Jamaah Almanar.
Acara menghadirkan narasumber Ustadz Dede Mulyana, M.Pd dengan materi “Peluang Berdakwah melalui Pendidikan Anak Usia Dini” serta Ustadz Wildan Awaludin R., S.Pd.I yang membahas “Praktik Pengelolaan Lembaga Kelompok Bermain”. Kegiatan dihadiri unsur Pimpinan Cabang Persis Bayongbong, Persistri, Pemuda Persis, Pemudi Persis, tokoh masyarakat, serta para pengelola pendidikan di lingkungan Al-Manar Cioyod.
Kegiatan dipimpin ustadz Taufi Apandi, M.Ud. Beliau mengawali dengan ungkapan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat iman, Islam, serta kesehatan sehingga jamaah dapat berkumpul dalam suasana penuh semangat ukhuwah dan kepedulian terhadap kemajuan pendidikan Islam.
Kegiatan selanjutnya adalah sambutan dari Mudirul ‘Am PPI 183 Almanar. Ustadz Yusup Tajri menyampaikan mengenai kronologis dan kepentingan acara Saresehan Pendidikan ini. “Kegiatan ini adalah upaya kita untuk membuka jenjang pendidikan yang baru,” jelas ustadz Yusup.
Sambutan selanjutnya disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Persis Bayongbong. Ustadz Amung Ependi Hidayat menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan kelembagaan pendidikan di Jamaah Cioyod. “Secara kelembagaan, Jamaah Cioyod menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Ini menjadi kebanggaan bersama dan mudah-mudahan terus berkembang,” ujar ustadz Amung.
Usai sambutan kegiatan selanjutnya adalah Materi Sarasehan. Ustadz Dede Mulyana, M.Pd menegaskan pentingnya keberadaan berdakwah melalui lembaga pendidikan. “Kemajuan lembaga pendidikan lahir dari semangat, motivasi, dan keinginan kuat masyarakat untuk membangun generasi Islami,” jelas ustadz Dede. Beliau mengingatkan pentingnya prinsip perjuangan “man jadda wajada” — siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil — sebagai motivasi dalam membangun pendidikan. Masyarakat pun didorong agar tidak takut memulai lembaga pendidikan meskipun masih sederhana, sebab pemerintah melalui Dinas Pendidikan akan terus memberikan pembinaan dan pendampingan.
Kegiatan Sarasehan Pendidikan ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta agar terus menjaga semangat kebersamaan dan memanfaatkan momentum untuk mengembangkan lembaga pendidikan di lingkungan Al-Manar Cioyod. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap pendidikan, diharapkan Jamaah Cioyod mampu menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan Islam yang maju, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (Fjl)





